Search

Selasa, 25 Maret 2014

My life, my choice

Sulit memang...
Tapi ini hidup. Apa yang kita lakukan, itu yang kita pilih. Seperti berjalan, di tepi jalan banyak pohon hijau, rumput hijau, gunung-gunung dan apapun yang sejuk ditangkap oleh mata. Namun tak jarang, lubang besar, hujan badai, tikungan tajam dan apapun pasti ada yang jadi penghalang.
Menyerah?
Tidak.
Membiarkan diri tersesat di tengah jalan karna takut akan semua penghalang yang ada?
Bodoh :)

Hidup ini mengalir.
Sesuatu yang kita miliki, belum tentu benar-benar milik kita. Sesuatu yang bukan milik kita, mana mungkin dipaksakan. Kadang manusia egois, akupun sering merasakan keegoisanku. Kadang aku berpikir, apa yang sudah membuatku bahagia sekarang, itulah jalan hidupku. Tapi nyatanya, tak ada hidup semulus anganku.

Cinta.
Apa itu?
Kau percaya?
Aku percaya cinta, tapi kadang aku tak percaya perilaku yang ada dibalik cinta. Cinta tak menyakiti, tapi kesakitan yang menyalahkannya. Cinta tak bisa diukur dengan seberapa lama kita bersama. Tapi seberapa bahagianya kita selama bersama, meski itu hanya hitungan detik.
Mungkin manusia bisa berjanji untuk menjaga cinta hingga beribu tahun lamanya. Tapi aku yakin, cinta tak akan berarti tanpa adanya keikhlasan batin.

Hidup itu memang pilihan.
Sakit sekarang atau selamanya?
Sakit sekarang, namun bahagia nantinya, semoga.
Atau bertahan pada kebencian, namun sakit selamanya.
Jika memang aku harus mati, aku lebih pilih mati daripada hidup dalam noda amarah, menjadi manusia yang serakah akan ego, dan menjadi manusia yang tersenyum menyembunyikan kepahitan hidup, tanpa ada yang mengerti.

You ruined my life, dude. Leave me or kill me. Whatever, I don't love you anymore, even if I must die...

Monica~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar